aku tak percaya lagi
dengan apa yang kau beri
aku terdampar di sini
tersudut menunggu mati
aku tak percaya lagi
akan guna matahari
dengan mampu menerangi
sudut gelap hati ini
aku berhenti berharap
dan menunggu datang gelap
sampai nanti suatu saat
tak ada cinta kudapat
kenapa ada derita
bila bahagia tercipta
kenapa ada sang hitam
bila putih menyenangkan...
Chorus:
aku pulang...
tanpa dendam
kuterima.. kekalahanku
aku pulang...
tanpa dendam
kusalutkan.. kemenanganmu
bridge:
kau ajarkan aku bahagia
kau ajarkan aku derita
kau tunjukkan aku bahagia
kau tunjukkan aku derita
kau berikan aku bahagia
kau berikan aku derita
Back to chorus**
Selasa, 05 Maret 2013
coboy junior ~ jendral kancil
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya cuman badung doang
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya usil dan kroyokan
Jangan bilang kalau kita pengecut
Kalau kita nggak suka tawuran
Jangan bilang kita ini basi basi
Kalau kita perna adu pintar
Yang disebut waktu bukanlah
Saling ajak manfaat
Bila kau hidup saling berbagi
kau kaya dan sayang dunia
aku pengen kayak jendral kancil
Jagoan pintar punya akal segudang
Suka menolong teman
walau kadang dia yang sial
Aku pengin kaya jendral kancil
kalau ada musuh
Dia yang selalu dilibat
Jurus andalannya berkelahi pakai akal
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya cuman badung doang
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya usil dan kroyokan
Jangan bilang kalau kita pengecut
Kalau kita nggak suka tawuran
Jangan bilang kita ini basi basi
Kalau kita menang adu pintar
yang disebut waktu bukanlah
Saling ajak manfaat
Bila kau hidup tak mau berbagi
Kau kaya dan sayang dunia
Aku pengen kayak jendral kancil
Jagoan pintar punya akal segudang
Suka menolong teman walau kadang dia yang sial
Aku pengen kaya jendral kancil
kalau ada musuh Dia yang selalu dilibat
Jurus andalannya berkelahi pakai akal
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya usil dan Kroyokan
Aku pengin kaya jendral kancil
Jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil
Jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil
Kalau bisanya cuman badung doang
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya usil dan kroyokan
Jangan bilang kalau kita pengecut
Kalau kita nggak suka tawuran
Jangan bilang kita ini basi basi
Kalau kita perna adu pintar
Yang disebut waktu bukanlah
Saling ajak manfaat
Bila kau hidup saling berbagi
kau kaya dan sayang dunia
aku pengen kayak jendral kancil
Jagoan pintar punya akal segudang
Suka menolong teman
walau kadang dia yang sial
Aku pengin kaya jendral kancil
kalau ada musuh
Dia yang selalu dilibat
Jurus andalannya berkelahi pakai akal
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya cuman badung doang
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya usil dan kroyokan
Jangan bilang kalau kita pengecut
Kalau kita nggak suka tawuran
Jangan bilang kita ini basi basi
Kalau kita menang adu pintar
yang disebut waktu bukanlah
Saling ajak manfaat
Bila kau hidup tak mau berbagi
Kau kaya dan sayang dunia
Aku pengen kayak jendral kancil
Jagoan pintar punya akal segudang
Suka menolong teman walau kadang dia yang sial
Aku pengen kaya jendral kancil
kalau ada musuh Dia yang selalu dilibat
Jurus andalannya berkelahi pakai akal
Jangan bilang kalau kamu jagoan
Kalau bisanya usil dan Kroyokan
Aku pengin kaya jendral kancil
Jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil
Jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil jendral kancil
Aku pengen kayak jendral kancil
Kamis, 21 Februari 2013
Rabu, 20 Februari 2013
DEO HERLAMBANG'S BLOG: TIPS NAEK ANGKOT YG AMAN BUAT CEWEK
DEO HERLAMBANG'S BLOG: TIPS NAEK ANGKOT YG AMAN BUAT CEWEK: TIPS NAEK ANGKOT YG AMAN BUAT CEWEK 1. Pas naik angkot, pegang pintunya.. Naiknya pelan - pelan jangan sok manja pake minta ditolongin supi...
Label:
Planet Remaja
TIPS NAEK ANGKOT YG AMAN BUAT CEWEK
TIPS NAEK ANGKOT YG AMAN BUAT CEWEK
1. Pas naik angkot, pegang pintunya.. Naiknya pelan - pelan jangan sok manja pake minta ditolongin supirnya
2. Kalau supir nanya “Mau kemana mbak?” Jangan dijawab “Mau ke hatimu” (Bikin supir galau ajah )
3. Walau narsis jangan sampai ngajak supirnya foto bareng, apalagi pake upload tu foto ke facebook
4. Naik angkot gak perlu dandan cantik. Biasa aja. Soalnya cuma di sinetron aja kita bisa menemukan sopir angkot ganteng
5. Pas sopir mau pindahin gigi, gak usah sok romantis pake pegang tangan dan tatap matanya
6. Kalau duduk di belakang supir gak usah tiba - tiba nutup matanya trus bilang “Tebak aku siapa ?” (Sumpah, ngga banget... )
7. Kalau sampai tujuan, ucapkan “Kiri, Pir..”. Jangan bilang “Kiri Beib..” (Inget loh! )
8. Sepenuh apapun angkotnya jangan duduk di pangkuan supir.. Pokoknya jangan!!
9. Terakhir dan terpenting kalau terima uang kembalian, terima aja. Tidak usah pakai cium tangan segala
1. Pas naik angkot, pegang pintunya.. Naiknya pelan - pelan jangan sok manja pake minta ditolongin supirnya
2. Kalau supir nanya “Mau kemana mbak?” Jangan dijawab “Mau ke hatimu” (Bikin supir galau ajah )
3. Walau narsis jangan sampai ngajak supirnya foto bareng, apalagi pake upload tu foto ke facebook
4. Naik angkot gak perlu dandan cantik. Biasa aja. Soalnya cuma di sinetron aja kita bisa menemukan sopir angkot ganteng
5. Pas sopir mau pindahin gigi, gak usah sok romantis pake pegang tangan dan tatap matanya
6. Kalau duduk di belakang supir gak usah tiba - tiba nutup matanya trus bilang “Tebak aku siapa ?” (Sumpah, ngga banget... )
7. Kalau sampai tujuan, ucapkan “Kiri, Pir..”. Jangan bilang “Kiri Beib..” (Inget loh! )
8. Sepenuh apapun angkotnya jangan duduk di pangkuan supir.. Pokoknya jangan!!
9. Terakhir dan terpenting kalau terima uang kembalian, terima aja. Tidak usah pakai cium tangan segala
Label:
Planet Remaja
KOMIK NARUTO CHAPTER 621 "HASHIRAMA DAN MADARA
Hashirama dan Madara
Flashback yang menceritakan pertarungan mereka dimulai, Hashirama dan Madara. Mereka bertarung, saling serang dengan jutsu andalan masing-masing. Serangan-serangan tersebut bahkan sampai menciptakan ledakan besar yang terlihat dari langit.
Dari ledakkan itu, tampak dua sosok raksasa yang mengerikan. Hashirama berdiri di atas sesosok mahluk yang terbuat dari elemen kayu, hal yang membuat Madara cukup kaget dan berkata, "Ingin menggunakan Mokuton - Gobi no Jutsu untuk melawan Bijuu?"
Madara sendiri duduk di atas sosok yang lebih mengejutkan. Tak hanya sekedar Kyuubi, melainkan Kyuubi yang tubuhnya sudah dilapisi jubah perang. Ya, Madara melapisi Kyuubi dengan Susanoo. "Apa!? Dia membuat Bijuu menggunakan Susanoo layaknya armor? Madara sialan, ternyata kau pintar juga." pikir Hashirama, yang malah tampak semakin menikmati pertarungan.
Kyuubi memegang pedang Susanoo Madara, dan menggunakannya untuk menebas Hashirama. Namun, "Aku bisa memprediksi bagaimana kau akan menggunakan pedang itu!!" ucap Hashirama dan kemudian menahannya dengan Mokuton, "Mokuton - Hotei no Jutsu!!" Kedua tangan raksasa kayu Hashirama menahan serangan itu.
Tak hanya sampai sana, jutsu Hashirama terus berlanjut. Di sekitar Kyuubi, muncul tangan-tangan raksasa elemen kayu yang siap untuk menyergapnya. Namun, Madara mampu mengantisipasinya. Kyuubi mengayunkan pedangnya, menciptakan tebasan tiga ratus enam puluh derajat yang membuat tangan-tangan itu putus. Dan bahkan, gunung-gunung di sekitar mereka juga ikut terbelah.
Hashirama meloncat dari monsternya, kemudian berusaha untuk menjauh sejauh mungkin. "Kalau begini terus, bisa-bisa tempat ini akan benar-benar hancur. Kami harus mendekat ke laut." pikir Hashirama sambil meloncat di puing-puing yang berjatuhan.
"Aku tak akan membiarkanmu meloloskan diri!!" teriak Madara, masih terus mengejar dengan Kyuubi berjubah Susanoo itu. "Apa kau hanya bisa berlari, hah!!?" Madara bersiap untuk menembakkan bijuudama dari Kyuubi. Dan tak hanya sebatas itu, bola hitam tersebut juga ditusuki dengan pedang chakra yang Kyuubi bawa. Jadi setelah ditembakkan, serangan itu membentuk putaran mirip shuriken berkekuatan super. "Kau tak akan bisa menghindarinya lagi, apa yang akan kau lakukan, hah!!?" ucap Madara.
Hashirama tak tampak ketakutan. Ia berhenti, membalikkan badan dan kemudian menggigit jempolnya, lalu menciptakan segel. "Kuchiyose ... Gojuu Rashoumon!!!!" Hashirama memunculkan gerbang pertahanan berlapis, mirip seperti yang Orochimaru gunakan saat menahan bijuudama Naruto hanya saja lebih besar. "Dengan ini ..."
"Dia merubah lintasan tembaknya!?" pikir kaget Madara. Meski tak mampu menahan sepenuhnya, setidaknya pertahanan tersebut mampu membelokkan tembakan Madara. Sehingga, bijuudama dengan pedang tadi melesat menuju laut. Namun ... Tembakkan itu terus melesat hingga sampai di pulau berikutnya dan meledak di sana.
"Serangannya mencapai sisi pantai yang lain!?" ucap kaget Hashirama. "Hashirama, sudah lama semenjak pertarungan terakhir kita. Aku yakin kau pasti menyadari betapa banyak aku berkembang." ucap Madara.
"Hah, apa kau ingin menghancurkan semua yang sudah kita lakukan sejauh ini!? Semua usaha kita!!?" ucap Hashirama, sambil tetap dengan kuda-kuda siap bertarung. "Pertarungan kita tak akan menghasilkan apapun, ini hanya akan membawa luka bagi desa dan shinobi!! Ini adalah penghinaan bagi saudara dan rekan kita!!"
"Berani-beraninya kau ..." Madara malah semakin marah ketika mendengar itu.
"Aku tak ingin membunuhmu!!" ucap Hashirama. "Apa kau merasa kalau kau bisa membunuhku jika kau mau!?" ucap Madara. "Tidak!" Sahut Hashirama, "Aku hanya berpikir kalau kita adalah teman." lanjutnya.
"Aku sudah berada di atas!!!" teriak Madara, yang diikuti dengan raungan kyuubi berjubah Susanoo. Posisi Madara saat ini benar-benar seolah tak terkalahkan. Namun, Hashirama tetap tak mau kalah, dan kemudian mengeluarkan salah satu jutsu terkuatnya. "Tak ada jalan lain lagi. Senpou ... Mokuton, Shinsuusenju!!!!"
Tanda khusus keluar dan melapisi wajah Hashirama, sama seperti saat Tsunade berada di mode terkuatnya. Kemudian, muncul sosok dewa, mirip budha raksasa dengan ribuan tangan di belakangnya. Monster tersebut begitu besar, ukurannya bahkan beberapa kali lebih besar dari Kyuubi. "Aku datang, Madara!!!"
"Keluarkan serangan terbaikmu, Hashirama!!" Madara masih begitu percaya diri kalau ia bisa menang. Pertarungan terus berlanjut. Dan tiba-tiba, scene berpindah, menuju Flasback yang bahkan lebih jauh lagi ...
----- Flashback -----
"Ukhh!!" seorang anak melempar batu di sungai. Namun, lemparannya tak pernah bisa sampai menyentuh sisi sungai yang satunya. "Huh, selanjutnya aku pasti bisa mengirimnya sampai ke sisi lainnya." ucap anak itu, yang tak lain adalah Madara kecil. Ia kembali mencobanya, namun lagi-lagi tidak berhasil.
"Harusnya kau melemparnya sedikit lebih tinggi." ucap seorang anak laki-laki yang tiba-tiba saja datang. "Itulah bagaimana caranya." ucap anak itu. Sejenak Madara terdiam, melihat ke arah anak itu, dan kemudian berkata, "Aku tahu itu. Kalau aku benar-benar mau, aku pasti bisa." ucap Madara. "Ngomong-ngomong, kamu siapa?" Madara bahkan tidak tahu siapa dia.
Kemudian, anak kecil itu memperkenalkan diri. "Hmm, sekarang, bisa dibilang aku adalah saingan melempar batumu. Yah, lemparanku sudah mencapai sisi satunya sih." ucap anak itu, yang tak lain adalah Hashirama kecil. Pertemuan dan takdir, itulah pertama kali Hashirama bertemu Madara.
Flashback yang menceritakan pertarungan mereka dimulai, Hashirama dan Madara. Mereka bertarung, saling serang dengan jutsu andalan masing-masing. Serangan-serangan tersebut bahkan sampai menciptakan ledakan besar yang terlihat dari langit.
Dari ledakkan itu, tampak dua sosok raksasa yang mengerikan. Hashirama berdiri di atas sesosok mahluk yang terbuat dari elemen kayu, hal yang membuat Madara cukup kaget dan berkata, "Ingin menggunakan Mokuton - Gobi no Jutsu untuk melawan Bijuu?"
Madara sendiri duduk di atas sosok yang lebih mengejutkan. Tak hanya sekedar Kyuubi, melainkan Kyuubi yang tubuhnya sudah dilapisi jubah perang. Ya, Madara melapisi Kyuubi dengan Susanoo. "Apa!? Dia membuat Bijuu menggunakan Susanoo layaknya armor? Madara sialan, ternyata kau pintar juga." pikir Hashirama, yang malah tampak semakin menikmati pertarungan.
Kyuubi memegang pedang Susanoo Madara, dan menggunakannya untuk menebas Hashirama. Namun, "Aku bisa memprediksi bagaimana kau akan menggunakan pedang itu!!" ucap Hashirama dan kemudian menahannya dengan Mokuton, "Mokuton - Hotei no Jutsu!!" Kedua tangan raksasa kayu Hashirama menahan serangan itu.
Tak hanya sampai sana, jutsu Hashirama terus berlanjut. Di sekitar Kyuubi, muncul tangan-tangan raksasa elemen kayu yang siap untuk menyergapnya. Namun, Madara mampu mengantisipasinya. Kyuubi mengayunkan pedangnya, menciptakan tebasan tiga ratus enam puluh derajat yang membuat tangan-tangan itu putus. Dan bahkan, gunung-gunung di sekitar mereka juga ikut terbelah.
Hashirama meloncat dari monsternya, kemudian berusaha untuk menjauh sejauh mungkin. "Kalau begini terus, bisa-bisa tempat ini akan benar-benar hancur. Kami harus mendekat ke laut." pikir Hashirama sambil meloncat di puing-puing yang berjatuhan.
"Aku tak akan membiarkanmu meloloskan diri!!" teriak Madara, masih terus mengejar dengan Kyuubi berjubah Susanoo itu. "Apa kau hanya bisa berlari, hah!!?" Madara bersiap untuk menembakkan bijuudama dari Kyuubi. Dan tak hanya sebatas itu, bola hitam tersebut juga ditusuki dengan pedang chakra yang Kyuubi bawa. Jadi setelah ditembakkan, serangan itu membentuk putaran mirip shuriken berkekuatan super. "Kau tak akan bisa menghindarinya lagi, apa yang akan kau lakukan, hah!!?" ucap Madara.
Hashirama tak tampak ketakutan. Ia berhenti, membalikkan badan dan kemudian menggigit jempolnya, lalu menciptakan segel. "Kuchiyose ... Gojuu Rashoumon!!!!" Hashirama memunculkan gerbang pertahanan berlapis, mirip seperti yang Orochimaru gunakan saat menahan bijuudama Naruto hanya saja lebih besar. "Dengan ini ..."
"Dia merubah lintasan tembaknya!?" pikir kaget Madara. Meski tak mampu menahan sepenuhnya, setidaknya pertahanan tersebut mampu membelokkan tembakan Madara. Sehingga, bijuudama dengan pedang tadi melesat menuju laut. Namun ... Tembakkan itu terus melesat hingga sampai di pulau berikutnya dan meledak di sana.
"Serangannya mencapai sisi pantai yang lain!?" ucap kaget Hashirama. "Hashirama, sudah lama semenjak pertarungan terakhir kita. Aku yakin kau pasti menyadari betapa banyak aku berkembang." ucap Madara.
"Hah, apa kau ingin menghancurkan semua yang sudah kita lakukan sejauh ini!? Semua usaha kita!!?" ucap Hashirama, sambil tetap dengan kuda-kuda siap bertarung. "Pertarungan kita tak akan menghasilkan apapun, ini hanya akan membawa luka bagi desa dan shinobi!! Ini adalah penghinaan bagi saudara dan rekan kita!!"
"Berani-beraninya kau ..." Madara malah semakin marah ketika mendengar itu.
"Aku tak ingin membunuhmu!!" ucap Hashirama. "Apa kau merasa kalau kau bisa membunuhku jika kau mau!?" ucap Madara. "Tidak!" Sahut Hashirama, "Aku hanya berpikir kalau kita adalah teman." lanjutnya.
"Aku sudah berada di atas!!!" teriak Madara, yang diikuti dengan raungan kyuubi berjubah Susanoo. Posisi Madara saat ini benar-benar seolah tak terkalahkan. Namun, Hashirama tetap tak mau kalah, dan kemudian mengeluarkan salah satu jutsu terkuatnya. "Tak ada jalan lain lagi. Senpou ... Mokuton, Shinsuusenju!!!!"
Tanda khusus keluar dan melapisi wajah Hashirama, sama seperti saat Tsunade berada di mode terkuatnya. Kemudian, muncul sosok dewa, mirip budha raksasa dengan ribuan tangan di belakangnya. Monster tersebut begitu besar, ukurannya bahkan beberapa kali lebih besar dari Kyuubi. "Aku datang, Madara!!!"
"Keluarkan serangan terbaikmu, Hashirama!!" Madara masih begitu percaya diri kalau ia bisa menang. Pertarungan terus berlanjut. Dan tiba-tiba, scene berpindah, menuju Flasback yang bahkan lebih jauh lagi ...
----- Flashback -----
"Ukhh!!" seorang anak melempar batu di sungai. Namun, lemparannya tak pernah bisa sampai menyentuh sisi sungai yang satunya. "Huh, selanjutnya aku pasti bisa mengirimnya sampai ke sisi lainnya." ucap anak itu, yang tak lain adalah Madara kecil. Ia kembali mencobanya, namun lagi-lagi tidak berhasil.
"Harusnya kau melemparnya sedikit lebih tinggi." ucap seorang anak laki-laki yang tiba-tiba saja datang. "Itulah bagaimana caranya." ucap anak itu. Sejenak Madara terdiam, melihat ke arah anak itu, dan kemudian berkata, "Aku tahu itu. Kalau aku benar-benar mau, aku pasti bisa." ucap Madara. "Ngomong-ngomong, kamu siapa?" Madara bahkan tidak tahu siapa dia.
Kemudian, anak kecil itu memperkenalkan diri. "Hmm, sekarang, bisa dibilang aku adalah saingan melempar batumu. Yah, lemparanku sudah mencapai sisi satunya sih." ucap anak itu, yang tak lain adalah Hashirama kecil. Pertemuan dan takdir, itulah pertama kali Hashirama bertemu Madara.
Label:
Naruto
Ahok: “Negara Ini Rusak Karena Mencampurkan Agama dan Politik”
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok.
Bagi Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, dunia politik penuh dengan kemunafikan. Banyak pejabat yang mengaku berakhlak, namun kenyataan berbicara sebaliknya. Dia pun kesal dan meluapkannya di depan para dokter.
Ahok bicara di depan sekitar 70 dokter se-Jabodetabek dalam acara seminar tentang Kartu Jakarta Sehat di RS Husada, Jl Mangga Besar, Jakarta, Selasa (19/2/2013). Awalnya, mantan anggota DPR itu sedang membicarakan pentingnya KJS. Ahok juga bercerita pengalamannya dalam kasus-kasus kesehatan pasien miskin. Tak lupa, prinsip dalam hidup juga dia sampaikan.
“Bagi saya yang penting nyawanya kita tolong. Pernah ada pengalaman di Belitung ada orang yang belum sembuh ditinggal pulang sama keluarganya lalu meninggal, saya marah sama keluarganya, kenapa pulang? Dia nangis, penghasilan saya Rp 1 juta, buat nungguin bapak saya Rp 1,5 juta. Dari situ saya berpikir semua Puskesmas harus ada rawat inap,” cerita Ahok.
“Yang penting itu tiga hal, perut, otak sama dompet,” sambung Ahok.
Nah, di saat sesi tanya jawab, ada seorang yang mempertanyakan tiga prinsip tersebut. Menurut dokter Imam dari RS Pondok Labu, selain tiga hal tersebut, ada juga faktor akhlak yang penting.
“Saya nggak setuju dengan tiga prinsip Bapak, karena akhlak juga penting. Pemerintah juga harus memikirkan soal akhlak rakyatnya,” ujar dokter tersebut.
Menanggapi dokter Imam, Ahok langsung teringat pengalaman politiknya selama 10 tahun terakhir. Dengan nada tinggi, dia menegaskan bahwa akhlak kadang bukan lagi acuan dalam dunia tersebut. Sebab, saat ini para pejabat sebagian besar munafik.
“Kerusakan akhlak jelas bukan soal politik, negara ini rusak karena mencampurkan agama dan politik. Kita bisa berdebat di luar itu, banyak orang munafik, ada nggak pejabat yang berani melaporkan harta kekayaannya dan pajak yang dibayarkannya, tidak ada yang berani Pak, munafik!” seru Ahok dengan tinggi
Bagaimana dengan Ahok? “Saya berani Pak, periksa saya dulu. Saya ngomong di DPR dulu, periksa saya dulu,” tegas eks anggota DPR dari Golkar ini.
Karena itu, Ahok tak mau bicara soal agama dalam politik. Dia lebih memilih berbuat baik pada sesama.
“Saya udah kenyang 10 tahun berpolitik, bahkan saya sudah muak berpolitik, makanya saya sudah muak bercerita soal agama dan akhlak, kita buktikan perbuatan sekarang,” beber Ahok sambil disambut senyum para dokter.
“Orang bilang saya arogan, memang arogan, karena negara ini tidak bisa dipimpin baik-baik mesti diajak berantem,” sambungnya. (mad/nrl/detikcom)
Label:
Informasi tentang Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
