CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 13 Desember 2012

Tpe Kepribadian berdasarkan teknologi

Oleh Chad Brooks, kontributor BusinessNewsDaily | LiveScience.com

Seiring popularitas smartphone, tablet serta media sosial yang terus melejit, kini seseorang bisa langsung dinilai dari seberapa melek teknologikah mereka.

Penelitian Broadcom Corp terbaru mengungkapkan, ada tujuh jenis perbedaan kepribadian konektivitas di antara para orang dewasa Amerika. Perbedaan ini didasarkan pada perangkat dan media sosial yang digunakan, serta tingkah laku dan kemampuan perangkat yang digunakan.

Jenis kepribadian itu adalah:

•    Selalu terhubung: Mereka pada umumnya menggunakan teknologi untuk membuat konten baru dan agar selalu bisa terhubung dengan orang lain. Kelompok (8 persen populasi orang dewasa AS) ini cenderung merupakan pengguna teknologi baru, serta kaum yang suka beropini. Sebagai tambahan, mereka adalah pengguna teknologi yang cenderung ingin terhubung dengan orang yang ingin mereka kenal, dibandingkan dengan orang yang telah mereka kenal sebelumnya.

•    Ngobrol: Kelompok ini terdiri dari 35 persen populasi orang dewasa AS, mereka adalah orang yang selalu terhubung dan cenderung menggunakan teknologi untuk berbincang-bincang. Kelompok ini cenderung menggunakan teknologi untuk dapat terhubung dengan keluarga dan sahabat. Kebanyakan orang jenis ini memiliki smartphone, sementara yang lainnya memiliki tablet dan TV dengan berbasis kemampuan berinternet. Sebagai tambahan, mereka tampaknya pekerja penuh waktu dan berusia paruh baya.

•    Bergaul: Kelompok yang tingkat konektivitasnya tinggi ini terdiri dari 6 persen dari populasi orang dewasa AS, yang memiliki banyak perangkat. Mereka menggunakan banyak situs jejaring sosial, memiliki banyak jaringan sosial yang online dan sering menggunakan teknologi untuk berhubungan dengan sahabat dan keluarga mereka. Meski sering terhubung, kepribadian jenis ini lebih cenderung menggunakan teknologi baru untuk menerima informasi dibandingkan terhubung secara aktif dengan orang lain.

•    Penyiar: Jenis ini memiliki tingkat konektivitas yang lebih rendah dibandingkan tingkat komunikasinya, kepribadian jenis dimiliki delapan persen populasi orang dewasa di AS, yang menggunakan teknologi secara selektif dalam membuat hal baru dan berbagi kepada orang lain mengenai apa yang mereka sedang lakukan. Kepribadian jenis ini jarang aktif dalam media sosial dan hanya menggunakan ponsel mereka untuk menerima dan melakukan panggilan.

•    Coba-coba: Sebanyak 27 persen populasi orang dewasa AS masuk kategori ini, dan merupakan jenis kepribadian ketiga terbesar dengan tingkat konektivitas terendah. Mereka hanya menggunakan teknologi untuk berbicang-bincang dengan orang lain. Mereka dengan kepribadian jenis ini kebanyakan memiliki komputer personal dan laptop. Hanya seperempatnya yang menggunakan smartphone. Mereka adalah jenis orang yang lebih cenderung melakukan kontak secara pribadi saat berkomunikasi dengan sahabatnya.

•    Pengamat: Jenis kepribadian yang dimiliki oleh 15 persen populasi orang dewasa AS ini adalah orang yang paling sedikit terhubung. Meski dua pertiga dari mereka memiliki komputer personal, mereka adalah pemilik laptop paling rendah. Sebagai tambahan, hanya 12 persen dari mereka yang memiliki smartphone. Mereka menggunakan teknologi untuk terhubung dengan keluarga dan sahabat mereka kurang dari tiga kali sehari, yang berarti lima kali lebih rendah dibandingkan rata-rata penggunaan teknologi untuk berhubungan pada tingkat nasional. Saat mereka menggunakan teknologi, mereka menggunakannya untuk menerima informasi dan cenderung menggunakan teknologi untuk tetap mendapat berita dan berbagai peristiwa terbaru.

•    Cuek: Kepribadian jenis ini dimiliki dua persen populasi orang dewasa AS yang merupakan orang yang asing dengan teknologi, mereka tidak menggunakan telepon, SMS atau media sosial untuk terhubung dengan orang lain. Mereka yang memiliki kepribadian ini enggan untuk menggunakan teknologi dan cenderung beranggapan bahwa teknologi membuat mereka merasa terasing. Ketika mereka terhubung, kebanyakan melakukannya tanpa tujuan jelas.

Penelitian tersebut secara keseluruhan menemukan bahwa, jenis kelamin dan usia adalah faktor utama tingkat konektivitas. Mereka yang sering terhubung cenderung wanita atau orang paruh baya, sementara orang yang kurang terhubung cenderung pria, para “baby boomer” (sebutan di AS untuk orang yang lahir antara tahun 1946-1964, karena terjadi ledakan populasi saat itu) atau berusia di atas usia 65 tahun.
Penelitian tersebut dibuat berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 2.500 orang dewasa AS.

Tokyo Skytree, Menara Tertinggi di Dunia

Tokyo Skytree merupakan menara tertinggi di dunia dengan tinggi 634 meter. Menara ini juga merupakan bangunan tertinggi di dunia kedua setelah Burj Khalifa di Dubai. 

Walaupun fungsi utama dari menara ini adalah menyiarkan sinyal televisi dan radio, Menara Skytree merupakan salah satu objek wisata paling banyak dikunjungi di Tokyo.
Bagian dasar dari Tokyo Skytree. (Olenka Priyadarsani)
Menara ini memang relatif sangat baru. Selesai dibangun pada bulan Februari 2012, Tokyo Skytree berhasil melampaui menara tertinggi di dunia sebelumnya, yaitu Canton Tower. Menara yang baru dibuka untuk umum pada bulan Mei 2012 ini kabarnya dikunjungi 1,6 juta orang pada minggu pertama setelah pembukaannya. 

Tidak heran, ketika bulan lalu berkunjung ke sana, saya pun harus mengantre cukup lama.

Tokyo Skytree memiliki bentuk seperti tripod pada bagian bawah, sementara setelah ketinggian 350 meter bentuknya menjadi silinder. Dek observasi ada dua. Yang pertama, berada pada ketinggian 350 meter dengan kapasitas 2000 orang. Sementara yang kedua berada di 450 meter dan dapat menampung 900 orang. 

Untuk mencapai dek observasi Tembo di ketinggian 350 meter, pengunjung harus naik lift supercepat. Satu lift dapat mengangkut 40 orang sekaligus dan dapat melaju 600 meter per menit. Untuk mencapai ketinggian 350 meter hanya dibutuhkan waktu 50 detik.
Tokyo Skytree dari kejauhan. (Olenka Priyadarsani)
Dari dek observasi, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Tokyo yang padat. Banyak gedung pencakar langit tampak pendek karena posisi Anda yang lebih tinggi. Deretan gedung perkantoran, apartemen untuk tempat hunian, dan sungai-sungai bersih yang membelah kota megapolitan Tokyo.

Tiket untuk masuk ke Tokyo Skytree ini memang lumayan mahal, yaitu 2000 yen (Rp250 ribu) untuk ketinggian 350 meter. Untuk sampai di 450 meter, Anda harus merogoh kocek sebanyak 3000 yen.  Tentu saja pengalamannya pun sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, apalagi bila Anda termasuk penikmat bangunan-bangunan paling modern di dunia. 
Salah satu pemandangan dari dek observasi. (Olenka Priyadarsani)
Yang paling melelahkan dari kunjungan ke Tokyo Skytree adalah acara menunggu giliran untuk naik. Pada akhir pekan, pengunjung membludak. Kami harus mengambil nomor antrean lebih dahulu. Di kartu tersebut tertulis waktu untuk masuk, misalnya pukul 14.00 – 14.30. Rata-rata pengunjung harus menunggu 2 hingga 3 jam. 

Setelah waktu giliran tiba, pengunjung kembali mengantre untuk membeli tiket masuk dan kemudian menunggu giliran lift yang membawa naik ke dek observasi. Untungnya para petugas sangat efisien dengan waktu, dan pengunjung pun sangat disiplin sehingga tidak dibutuhkan waktu yang lama antara membeli tiket dan naik ke dek observasi. 
Terlihat padatnya kota Tokyo dari atas. (Olenka Priyadarsani)
Bila Anda harus menunggu lama, jangan khawatir, di bagian bawah ada Tokyo Skytree Town, sebuah pusat perbelanjaan besar dengan berbagai toko dan restoran. Bila Anda membawa bekal sendiri seperti kami, Anda dapat memakannya di tempat duduk yang disediakan dengan pemandangan Menara Skytree yang menjulang.

Untuk sampai di menara ini, Anda dapat naik kereta Tobu Skytree Line dari stasiun Asakusa. Bila hendak menghemat, Anda dapat berjalan dari Asakusa, kira-kira membutuhkan waktu 20-30 menit. Di sepanjang jalan, ada beberapa kuil kecil yang bagus dijadikan objek foto. Selain itu ada pula taman-taman rindang untuk beristirahat. 

tata cara dan sikap orang korea


TEMPO.COJakarta - Salah satu sifat khas orang tua Korea adalah blak-blakan. Pertanyaan seperti berapa umurmu, apakah sudah menikah, dan mengapa belum menikah adalah pertanyaan yang lumrah yang akan sering kita dengar. Tidak jauh beda dengan sifat orang-orang tua di Tanah Air bukan?
Sansan Hasjim dalam buku Bujet Pas-pasan, Keliling Korea 60 Hari? Bisa! menuliskan adat orang Korea dalam menjamu tamu sangat baik. Mereka memperlakukan tamu bak orang istimewa. Keperluan tamu dipersiapkan semua, mulai dari ruang tidur hingga perlengkapan mandi. Mereka juga akan menyajikan makanan istimewa. Namun jika tidak memasak sendiri, mereka akan mengajak tamunya makan di luar dan memilihkan makanan yang enak-enak.
Lazimnya orang Korea tak memperkenankan tamunya mengerjakan apa pun ketika sedang menumpang, mungkin pengecualian jika keadaan memaksa. Sampai-sampai baju kotor tamunya pun mereka yang mengumpulkan dan memasukkannya ke mesin cuci, dan si tamu terima beres dengan pakaian yang sudah wangi dan terlipat rapi.
Jika diajak makan, lihat dulu siapa yang mengajak. Ada tren baru di Korea saat ini, yaitu going dutch alias makan bayar sendiri-sendiri. Ini biasanya dilakukan anak muda di negeri ginseng itu. Jika mereka menawarkan membayar tagihan makan kita, cobalah untuk menawarkan membayar tagihan sendiri terlebih dahulu.
Apabila ada makan ronde kedua, saat itu giliran kita yang membayar sebagai ganti tagihan pertama yang mereka bayarkan. Nah, lain ceritanya jika yang mengajak makan adalah orang tua. Kali ini, Anda akan menjadi orang yang ditraktir. Karena umumnya, mereka selalu berinisiatif membayar semua tagihan makan.
Di dalam subway tersedia tempat duduk bagi para manula, orang cacat, dan ibu hamil. Tempat duduk itu terpisah dari tempat duduk penumpang lainnya. Walau tempat "spesial" itu kosong, tak ada yang berani mengisinya, kecuali ingin ditatap oleh penumpang lain. Terkadang kalaupun ada orang tua di tempat itu, ia pun tak ingin duduk di situ.
Mengantre juga menjadi budaya penduduk Korea Selatan. Budaya mengantre tidak hanya berlaku ketika hendak naik kendaraan, tapi juga ketika menunggu giliran masuk toilet umum. Tidak akan ada orang yang saling serobot seperti yang sering terjadi di Indonesia.
Para orang tua Korea adalah penolong yang sangat baik, setelah polisi, ketika ada orang tersesat atau kesusahan. Mereka tidak segan-segan mengantar atau menunjukkan jalan. Mereka memang lebih ramah dibandingkan dengan anak muda.

Rabu, 12 Desember 2012

Cara Memperbaiki Printer Yang Tidak Bisa Ngeprint -


 Pernahkan anda mengalami dimana ketika sedang ngeprint kemudian printer berhenti mencetak dan kemudian tidak bisa dilanjutkan. Mungkin ketika mendapatkan masalah seperti itu anda kemudian mematikan printer dan kemudian menyalakan dan mencobanya kembali untuk ngeprint. Tetapi sayangnya printer tetap  tidak mau ngeprint. Bagaimana cara memperbaiki Printer yang tidak bisa ngeprint? Tidak perlu cara khusus untuk mengatasi masalah dimana printer tidak bisa atau tidak mau ngeprint. Yang perlu dilakukan adalah beberapa langkah berikut yang akan sobatpc.com sharing.
  1. Menghapus  dokumen secara manual
    Cara yang pertama adalah mencoba menghapus secara manual antrian dokumen pada jendela print queue tersebut. Bagi anda yang belum tau cara memunculkannya cukup double klik icon printer di bawah taskbar atau klik start, klik printer and faxes, double klik pada icon printer yang dikehendaki.
    Pada jendela print queue terdapat beberapa kolom yaitu:
    • DokumenName : yang merupakan nama dokumen yang kita cetak.
    • Status : status dokumen pada antrian yaitu spooling, paused atau printing.
    • Owner : user name orang yang mencetak dokumen
    • Pages : menampilkan jumlah halaman yang sudah dicetak dan jumlah keseluruhan halaman.
    • Size : ukuran dokumen dalam kilobytes
    • Submitted : menampilakan waktu pada saat dokumen dikirim ke printer.
    Untuk menghapus dokumen dari daftar antrian cukup klik kanan dokumen tersebut dan pilih cancel.
  2. Menghapus file di folder C:WINDOWSsystem32spoolPRINTERS
    Apabila cara yang pertama tidak berhasil, maka kita harus menghapus dokumen tersebut dari folder spool yang ada di folder WindowsSystem32. Untuk melakukan hal ini tentu saja account yang kita pakai harus memiliki previllage sebagai Administrator. Berikut cara menghapus file-file tersebut.
    • Klik Start, klik Control Panel dan pilih Administrative tools, klik Service
    • Cari “service” yang namanya Print Spooler kemudian klik kanan dan pilih Stop. Jangan ditutup dulu window Service
    • Buka folder C:WINDOWSsystem32spoolPRINTERS
    • Hapus semua file yang ada di folder PRINTERS tersebut.
    • Kembali ke jendela Windows Services, klik kanan pada Print Spooler dan pilih Start
    Setelah file-file di folder C:WINDOWSsystem32spoolPRINTERS dihapus dan service Print Spooler aktif kita bisa memulai lagi mencetak dokumen.
  3. Close Session
    Untuk printer yang dipake secara rame-rame (sharing), kadangkala terjadi kasus dimana terdapat user yang tidak bisa mengirim dokumet ke printer sharing tersebut sementara user yang lain tidak bermasalah. Biasanya kalau kita lihat ke jendela Printer and Faxes maka status printer tersebut adalah unable to connet. Untuk mengatasi hal ini kita bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:
    • Buka jendela Computer Management. Klik kanan icon my computer, klik manage.
    • Expand System Tools, kemudian expand Shared Folder, da klik Sessions.
    • Pada jendela sebelah kanan terdapat daftar user yang terhubung ke komputer kita.
    • Cara yang paling mudah blok aja semua user lalu pilih close session.
    • Kemudian coba lagi user yang tadi untuk melihat status printer pada jendela Printer and Faxes, kalau statusnya sudah ready maka printer sharing tersebut bisa dipake untuk ngeprint lagi.
Demikianlah cara yang bisa kita lakukan apabila terdapat printer yang tidak bisa ngeprint. Cara tersebut biasa saya pakai dan sejauh ini berhasil.

Rabu, 05 Desember 2012

Cara membaca situasi saat orang sedang marah

anyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.
Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.
Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.
Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.
Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.
Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.
Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.
Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.
Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.
Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.
Menjadi Pembaca Pikiran Ulung
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.
Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.
Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”
Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.
Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”

Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.
Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.
Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.

Cara menghilangkan rasa mengantuk saat belajar

Terserang kantuk saat bekerja atau belajar (membaca) merupakan hal yang sangat umum dialami oleh banyak orang. Sepengetahuan saya, belum ada tip yang cespleng untuk mengatasi problem rasa kantuk itu. Kalau pun ada, tip-tip juga masih subjektif sifatnya. Artinya, hanya pengalaman individual yang belum tentu cocok untuk orang lain.

Yang dimaksud kantuk disini adalah rasa kantuk yang bukan karena tiga sebab utama yaitu: karena sakit, terlalu lelah dan kurang tidur. Siapa pun yang sakit, atau terlalu lelah memang dianjurkan untuk banyak istirahat atau tidur. Kantuk karena sakit adalah kantuk yang boleh jadi karena pengaruh obat yang diminum atau kondisi tubuh yang tidak fit.
Terkantuk-kantuk karena kurang tidur, itu wajar. Bekerja atau belajar dalam kondisi kurang tidur akan membawa rasa kantuk yang luar biasa. Kantuk karena kurang tidur itu wajar, tetapi kantuk karena cukup tidur, atau bahkan kelebihan tidur itu tidak wajar.
Sebab, tubuh kita hanya menuntut istirahat tidur minimal enam jam dalam dua puluh empat jam (sehari). Artinya tubuh kita sehat dengan tidur enam jam sehari. Maka apa bila kita tidur masih melebihi itu sebenarnya sebuah tindakan yang kurang ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Jika ada seseorang yang kantuk dan terus tidur karena jam tidurnya kurang dari enam jam itu wajar. Namun jika ada seseorang yang jam tidurnya sudah enam jam, tapi masih kantuk dan langsung tidur itu adalah godaan setan yang terkutuk.
Tips yang “langsung” dapat dilakukan adalah :
1. Tariklah napas dalam dan pelan melalui hidung, kemudian lepaskan napas pelan melalui mulut. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …
2. Menarik napas dalam dan pelan lewat mulut, kemudian lepaskan napas pelan lewat hidung. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …
3. Menarik napas lewat hidung secara dalam dan pelan, kemudian lepaskan napas lewat hidung pelan. Lakukan pernapasan ini 3 kali.
Ketiga tips diatas adalah tips ‘langsung’ yang kita lakukan ketika tiba – tiba kita diserang kantuk. Namun umumnya ‘penyakit’ ngantuk dan malas ini umumnya sudah menjadi penyakit kambuhan, yang selalu ‘menyerang’ dalam kegiatan kita sehari – hari. Di bawah ini dituliskan tips – tips yang perlu anda ‘lakukan’ agar ‘penyakit’ kambuhan ini dalam hilang secara berangsur – angsur dan efektifitas anda baik dalam bekerja ataupun belajar sehari – hari dapat bertambah.
Tips – tips itu adalah :
1. Atur pola makan.
Syaraf otak (neuron) dalam menjalankan tugas rutinnya sangat membutuhkan energi yang sumbernya dari makanan yang kita konsumsi. Jenis dan kualitas makanan yang kita konsumsi berpengaruh terhadap kinerja otak (pikiran). Maka aturlah pola makan dengan makanan yang mudah dicerna sehingga suplay energi tidak telat. Bila kita mengkonsumsi makanan yang berat, terlalu berserat yang sulit dicerna, energi habis untuk mencerna bahan makanan, suplay energi ke syaraf bekurang sehingga kantuk datang menyerang (contohnya makan kangkung).
2. Asosiasikan/bayangkan apa yang diharapkan dari kegiatan bekerja atau belajar itu.
Misalkan : pendapatan (uang) yang tinggi atau skor yang tinggi misalnya. Tidak cukup hanya membayangkan, tapi harus diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mendapatkannya. Tanpa keinginan yang kuat, emosi yang “membara” untuk memperolehnya, maka akan mudah terserang rasa kantuk. Sebab, salah satu hukum pikiran mengatakan bahwa “pikiran akan memberi apa yang diinginkan pemiliknya”. Bila pemiliknya meminta setengah hati, pikiran akan memberikan setengah hati pula. Artinya, pada saat kantuk dating dan karenan niatnya setengah hati, maka pikiran lantas welcome to kantuk!
3. Programlah pikiran bawah sadar Anda dengan cara self talk (bicara pada diri sendiri, membatin terus).
Salah satu cara untuk membuat program dalam pikiran bawah sadar adalah dengan cara self talk secara persisten. Self talk yang harus dilakukan adalah “Saya tidak akan tidur waktu bekerja” atau “Saya selalu terjaga dalam belajar!”. Lakukan sesering mungkin dan seintens mungkin hingga benar-benar menjadi bagian dalam pikiran bawah sadar. Bagian inilah nanti yang akan mengingatkan dengan keras saat Anda mulai terkantuk-kantuk. Bagian ini yang nanti akan “protes” bila Anda mulai berpihak pada rasa kantuk.
4. Aturlah posisi duduk siap untuk bekerja atau belajar.
Jangan sambil duduk bersandar/kepala disandarkan. Jangan pula sambil tiduran. Posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya rasa kantuk. Kenapa posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya kantuk? Posisi atu gerak tubuh mempengaruhi kondisi pikiran. Bila Anda duduk bersandar, kondisi pikiran terbawa bada kondisi rileks, atau kondisi siap untuk ngantuk/tidur.
5. Patahkan pola kantuk Anda.
Kantuk itu ada polanya. Meskipun pada saat kantuk datang pikiran bawah sadar segera mengingatkan untuk selalu terjaga, namun bila tidak ada keberanian dari Anda untuk mematahkan pola kantuk, maka rasa kantuklah yang menang. Bablas tidur…!
Salah satu caranya adalah begini. Begitu rasa kantuk datang, sudah mulai menguap, jangan lanjutkan dengan duduk bersandar. Cari aktifitas jeda, aktifitas pemutus agar kantuk terusir. Caranya macam-macam: bisa berdiri dan lakukan gerakan-gerakan ringan, seperti jalan-jalan sebentar, bikin kopi, atau jalan-jalan kecil di ruangan sekedar manyapa teman dan refresing. Hasilnya, tidak akan ngantuk lagi.
6. Yang juga cukup penting adalah : Tehnik mematahkan pola (pikir dan kebiasaan).
Sebab, hampir semua inovasi, penemuan baru, dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas, diawali dengan keberanian “mematahkan” pola lama, dan mengantinya dengan pola baru. Adalah tidak mungkin ingin mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi masih dengan cara (pola) pikir lama. Demikian halnya dengan pola kantuk yang pada akhirnya (hasilnya) tidur, maka sebelum kebablasan tidur, maka polanya harus diputus.
Tips – tips ini masih subjektif sifatnya. Artinya masih perlu banyak bukti tentang efektifitasnya. Namun, hemat saya, keberhasilan tip ini sangat tergantung pada sejauh mana Anda benar-benar mau membuang rasa kantuk setiap kali Anda terserang. Semakin kuat keinginan Anda untuk benar-benar mengalahkan kantuk, Anda akan berhasil. Selamat mencoba.

Cara memakai jilbab yang baik

Cara Memakai Jilbab Modern sering di lakukan kaum hawa yang ingin terlihat anggun. di era jaman modern sekarang model jilbab banyak kreasi dan model untuk menutupi aurat. tentu tulisan ini bertujuan untuk memberikan motivasi khususnya para wanita muslim bagaimana cara memakai jilbab cara memakai jilbab ini bentuk mode modern tahun 2012 tentunya bagi sobat yang memakai mode ini terlihat cantik, modis dan keren. apalagi sebentar lagi bulan ramadhan yang penu barokah ini silakan baca cara memakai jilbab di bawah ini cara memakai jilbab Cara memakai Jiilbab Terbaru 2012 Kenakan sebuah kerudung / selendang yang panjang kemudian ikat dibagian belakang tengkuk Tarik selendang/kerudung sebelah kanan kearah depan sampai melewati dan menutupi leher dan putar ke arah belakang lagi Kaitkan kerudung/selendang ke bagian samping kanan atas dengan menggunakan peniti Kenakan kerudung/selendang panjang yang tipis Ikat dibelakang tengkuk Pilin selendang tipis sebelah kiri dan selendang yang sebelah kanan ditarik ke arah depan menutupi leher dan dikaitkan dengan peniti di samping kanan atas dekat selendang/kerudung yang pertama tadi dikaitkan Tarik kerudung/selendang yang pertama sehingga berada di luar kerudung tipis kemudian pilin dan menjadi satu dengan selendang yang tipis. tarik hasil pilinan tersebut kesamping kanan atas dan jepit dengan peniti.