CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 19 September 2012

Mudahnya mengurus haji di Jepang

Tamu Allah di Tanah Suci ketika musim haji, tidak saja berasal dari negara-negara mayoritas Muslim. Salah satu negara minoritas Muslim yang menjadi tamu Allah di Kabah ialah Jepang.
Berdasarkan data, warga pribumi pemeluk Islam hanya berjumlah sepuluh persen dan sisanya merupakan warga pendatang seperti dari Pakistan, Iran, Bangladesh dan Indonesia. Sehingga calon haji sebagian besar merupakan imigran.
Penduduk asli Jepang calon haji jumlahnya sangat kecil karena sebagian besar calon haji merupakan imigran. Berdasarkan data, warga pribumi pemeluk Islam hanya berjumlah sepuluh persen dan sisanya merupakan warga pendatang seperti dari Pakistan, Iran, Bangladesh dan Indonesia. 
Minimnya calon haji dari negara Matahari Terbit salah satu penyebabnya ialah kesulitan mendapatkan cuti, terutama bagi mereka yang bekerja di perusahaan Jepang. Kultur masyarakat sebagai pekerja keras membuat cuti selama 20-30 hari sangat sulit dikabulkan. Sehingga kekosongan kuota jemaah haji akhirnya diperbolehkan diisi oleh masyarakat Muslim asing yang tinggal di Jepang.
Pemerintah Jepang menyerahkan urusan haji kepada individu dan swasta. Seseorang bisa menjadi calon haji mandiri dan mengurus segala sesuatunya sendiri, mulai dari mengajukan visa ke Kedutaan Arab Saudi hingga mengurus akomodasi dan transfortasi. Prosesnya sangat mudah, hanya mengisi formulir di Kedutaan Arab Saudi, menyerahkan bukti vaksinasi meningitis dan flu, serta bukti transportasi dan akomodasi.
Calon haji yang tidak ingin bersusah payah bisa juga menggunakan jasa penyelenggara haji swasta. Ada dua agen perjalanan penyedia paket haji dan umrah di Jepang, Air 1 Travel (milik orang Mesir) dan Mian Travel (milik orang Pakistan).

Calon haji dari Jepang harus mengeluarkan biaya 350.000 - 400.000 yen (Rp 35 juta - Rp 40 juta), sedangkan bagi anak-anak 185.000 yen (Rp 19 juta). Biaya tersebut sudah termasuk tiket pesawat, penginapan dan biaya transportasi lokal. Di Arab Saudi, semua calon haji memperoleh tempat penginapan yang sangat dekat dari Masjidilharam dan Masjid Nabawi dengan jarak tidak lebih dari dua ratus meter.

0 komentar:

Posting Komentar